Diberdayakan oleh Blogger.
Animated Hello Kitty
RSS
Post Icon

Komputer Masa Depan Terinspirasi Otak Kucing

 
Dari sebuah sumber, IBM megungkapkan telah membangun otak artifisial (buatan) terbesar sepanjang sejarah. Sebuah program bernama Modha dengan milyaran neuron virtual. Program yang begitu besar dan untuk menjalankannya dibutuhkan salah satu superkomputer tercepat di dunia, Dawn, sebuah Blue Gene / P superkomputer di Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) di California.

Dawn berukuran satu acre yang terletak di lantai dua lab Simulasi Terascale Facility. Dia menggunakan memori sebesar 147.456 gigabyte dan 147.000 prosesor yang ditempatkan pada 10 rak komputer dan dihubungkan oleh ber mil-mil kabel. Dawn memerlukan satu juta watt listrik melalui kabel daya setebal pergelangan tangan, serta menggunakan 6.675 ton pendigin udara.

Dawn telah terinstal pada awal tahun ini oleh Department of Energy’s National Nuclear Security Administration (NNSA), yang melakukan simulasi komputer terbesar untuk memastikan kesiapan senjata nuklir. Untuk semua spesifikasinya yang spektakuler, Dawn hanya mampu menjalankan Modha dengan 1,6 miliar neuron virtual hanya pada kecepatan 1/600 kecepatan otak kucing yang sebenarnya.

Mengapa para Ilmuwan membangun teknologi komputer dengan terinspirasi oleh otak kucing. Karena kucing tidak dapat berimajinasi sehingga kucing tidak memiliki ego. Kucing hanya memiliki pandangan seputar hal-hal yang baik, buruk, benar, salah, dan sebagainya. Namun sama seperti manusia, kucing memiliki sub ego. Menurut freud, sub ego merupakan alam bawah sadar yang dimiliki oleh manusia, jadi hewan termasuk kucing juga memiliki yang namanya sub ego. Alam bawah sadar ini dikuasai oleh hormon-hormon di dalam tubuh, terutama hormon yang berhubungan dengan reproduksi seperti endrogen dan hormon yang berkenaan dengan upaya untuk bertahan hidup seperti adrenalin. Semua gerak kucing baik yang ilmiah seperti pertumbuhan fisik maupun yang semi alamiah seperti perkawinan, dikendalikan oleh hormon-hormon atau alam bawah sadar ini.

Teknologi komputer masa depan diklaim akan banyak meniru cara kerja sel otak kucing dimana mampu mengenali banyak sekali informasi dan menyimpannya dalam jangka waktu lumayan lama. Disebutkan bahwa salah satu kelebihan dengan mengadaptasi sistem kerja otak kucing dimungkinkan sebuah perangkat komputer akan mampu menyelesaikan berbagai keputusan yang rumit dan menampilkan lebih banyak tugas secara simultansi.

Salah seorang ilmuwan komputer yaitu Thomas Wennekers dari Universitas Plymouth merancang teknologi komputer masa depan dengan meniru persis mekanisme sel-sel saraf di otak manusia. Menyelaraskan cara kerja komputer dengan mekanisme sel-sel saraf diyakini bisa meningkatkan kemampuan komputer terbaru memproses data visual dan audio. Tidak tertutup kemungkinan nantinya komputer akan dapat melihat dan mendengar dengan sendirinya, ketimbang hanya mengandalkan keberadaan sebuah sensor.

Kami ingin belajar dari biologi untuk menciptakan komputer masa depan. Sel-sel saraf di otak jauh lebih kompleks dibanding jaringan sel saraf tiruan yang telah ada, ungkap Thomas. Diakuinya, sangat terbuka harapan bahwa hasil penelitiannya nanti lebih dari sekedar meningkatkan sensor jaringan komputer. Bahkan nantinya hasil penelitian akan membawa kita pada komputer yang cerdas, yakni komputer terbaru yang memiliki kemampuan berpikir dan mengambil keputusan sendiri, ungkapnya.

Para peneliti berlomba-lomba ingin melakukan Pengembangan teknologi komputer dengan jaringan syaraf tiruan manusia namun suatu hal yang sangat kompleks sehingga sampai hari ini belum bisa terwujud. Maka dari itu, yang paling dekat dengan cara kerja otak manusia adalah Kucing, meskipun tidak sesempurna otak manusia.

Inilah alasan mengapa Wei li ahli komputer dari Universitas of Michigan ingin mengembangkan sebuah komputer dengan terinspirasi otak kucing yang mampu menyesaikan lebih banyak keputusan yang tidak mampu diselesaikan oleh komputer konvensional dan komputer mampu belajar dan mengenali informasi mirip yang dilakukan manusia.

Pengembangan teknologi ini sama seperti perkembangan alami pada otak, yaitu belajar dari hal-hal yang baru kemudian menyimpan informasi tersebut untuk kemudian diterapkan dimasa yang akan datang. Wei li mengungkapkan, kami mengembangkan komputer dengan cara yang sama dalam pengembangan alami sebuah otak.

Perangkat yang sedang diselidiki oleh Wei Li, merupakan sebuah pengembangan dari memristors yang sebelumnya telah Ia bangun, yakni sebuah perangkat yang menggantikan transistor komputer dan bertindak seperti memori biologis untuk mengingat masa lalu. Alat ini merupakan sirkuit elemen yang mampu membawa memori dari kegiatan sebelumnya, dimana ketika mematikan perangkat komputer maka memristors akan tetap bekerja aktif untuk mengingat seberapa banyak aktivitas sebelumnya yang dilakukan, dan kemudian menyimpan datanya.

Sifat alami yang dilakukan memristors membuat Wei Li berbuat seperti sinapsis, yang menghubungkan sel di otak dengan neuron dalam waktu bersamaan. Sinapsis merupakan alat konfigurasi ulang yang mampu membentuk jalur-jalur untuk menghubungkan ribuan bahkan jutaan neuron, seperti memristors yang mampu mengingat jalur berdasarkan sinyal elektrik yang diterima neuron. Penggunaan dasar otak kucing adalah hal yang rasional karena lebih simpel dari pada otak manusia walau masih sulit untuk meniru kompleksitas dan efisiensinya, ujar asistennya. Dalam proyek ini akan dikembangkan sistem yang bisa mengenali obyek yang dilihatnya. Sehingga bila obyek tersebut pindah, komputer masih bisa mengenalinya. Itulah yang diharapkan dari komputer yang terinspirasi otak kucing.


Sumber: http://nash.blog.unigha.ac.id/2013/06/06/membutuhkan-hampir-150-00-processor-untuk-menyamai-otak-kucing/
Dengan referensi dari:
tugas-besar-komas-2013.blogspot.com
inet.detik.com
greentechno-blog.blogspot.com
teknologi.inilah.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar